SUNNAH HAJI DAN UMRAH
c. Perkara yang disunnahkan saat Sa’i
- Suci dari hadats
- Masuk dari pintu Shafa (Babus Shafa)
- Naik sampai bukit Shafa dan Marwah (bagi jama’ah laki – laki)
- Menghadap Ka’bah setiap memulai perjalanan
- Berlari-lari kecil antara dua Pilar Hijau
- Berdo’a dengan do’a – do’a ma’tsur
- Muwalah ( nuli – nuli )
- Suci dari najis dan hadats (mandi dan wudlu)
- Mendengarkan Khutbah
- Menghadap Kiblat (Ka’bah)
- Melaksanakan Wuquf sampai setelah matahari terbenam
- Memperbanyak amalan – amalan sunnah, seperti Dzikir, membaca Al – Qur’an, membaca Shalawat, berdo’a, bertaubat dan lain – lainnya.
- Khusyu’ hatinya.
- Menjaga lisan untuk tidak mengucapkan hal – hal yang tidak berguna apalagi berkata kotor.
e. Perkara yang disunnahkan saat Mabit di Muzdalifah
- Shalat jamak ta’khir (Maghrib & Isya’)
- Mengambil batu kerikil untuk melempar Jumrah.
- Membaca Takbir dan Talbiyah.
- Berdo’a di Masy’aril Haram.
f. Perkara yang disunnahkan saat melempar Jumrah
- Melempar Jumrah Aqobah setelah terbit matahari tanggal 10 Dzul Hijjah.
- Melempar Jumrah pada tanggal 11 Dzul Hijjah setelah Zawal (setelah matahari condong ke barat).
- Bagi laki – laki yang melempar Jumrah sunnah mengangkat tangan kanan sampai kelihatan ketiaknya.
- Batu yang digunakan melempar Jumrah berukuran sedang (Hashal Qodfi ).
- Pada tanggal 10 Dzul Hijjah melakukan hal – hal sebagai berikut :
- Melontar Jumrah Aqobah.
- Menyembelih qurban dan dam
- Memotong rambut (Tahallul Awal).
- Melakukan Thawaf Ifadloh.
- Mandi setiap akan melempar Jumrah.
- Membaca takbir ketika akan melempar Jumrah .
- Berdo’a setiap selesai 7 kali lemparan pada Jumrah Ula dan Wustho.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar